Bismillahirrahmanirrahim
Pada tahun 2003 dalam kunjungan dakwahnya Mawalana Syeikh Hisyam Al Kabbani ke Indonesia, beliau menyempatkan diri untuk berkunjung ke Candi Borobudur. Dalam kunjungannya tersebut Syeikh Hisyam menjelaskan sejarah Candi Borobudur dalam pandangan metafisiknya. Menurut beliau Candi borobudur adalah pusatnya jin. Di stupa itu ada lebih daripada 1000 jin yang tinggal di dalamnya. Stupa itu simestris antara stupa satu dengan yang lainnya, jaraknya sama, rentangannya sama, dan semua berbentuk lingkaran sama. Ada 1-3 stupa yang mewakili bulatnya itu, dan ini (stupa paling besar) adalah pusatnya. Ini mewakili daripada 5 tingkatan hati, didalam setiap tingkatan itu terdapat rahasia-rahasianya tersendiri,
makanya semakin sini semakin rendah, bulatan yang besar semacam pagar penjaga supaya tidak masuk pada kebaikan, karena apa" yang ada diluar tembok iti adalah kejahatan, sedangkan yang didalamnya itu adalah kebaikan. Tembok ini adalah pagar yang melindungi hati manusia dari seragan" syetan. Bagi mereka yang masuk kedalam tembok tsb, maka dia akan selamat dari syetan. Disini ada beberapa tingkatan, mulai dari tingkatan pertama, kedua, ketiga, sampai pada tingkatan yang paling tinggi. Pada tingkatan pertama terkandung rahasia di dalamnya, artinya pada tingkatan pertama ini adalah tingkatan paling rendah di dalam hal kebaikan hati. Tingkatan kedua adalah rahasia diatas rahasia, tingkatan selanjutnya adalah rahasia diatas rahasianya rahasia, artinya kebaikan yang lebih dalam lagi. Tingkatan ke-4 adalah tersembunyi. Tersembunyi lebih dari rahasia, tingkatan ini sangat tersembunyi, makanya orang-orang tidak mengetahui apa yang ada disini. Tutup dupa ini adalah pagar kebaikan dari kejahatan, makanya bentuknya sepeti payung yang menutupi kebaikan dari kejahatan, dan ditengah-tengahnya itu ada seperti tongkat yang mengarah ke atas layaknya seperti satelit atau antena, ini adalah pelantara penerimaan informasi ketuhanan, jika kita lihat pada orang(patung) yang ada didalamnya didalamnya, kepalanya tepat sejajar dengan radar tsb. Jadi pengetahuannya datang melalui saluran tsb menuju kepalanya langsung, ia menerimanya dan masuk kedalam hatinya.
Terdapat sejarah yang terdahulu sebelum adanya Nabi Isa As, yang mana sejarah tsb kita tidak tahu dari mana mereka mendapatkannya, dari Nabi yang mana mereka mendapatkanya. Dan dari situ mereka ingin menjaga tradisi sejarah tsb, akan tetapi mereka malah merubahnya, memodifikasinya, sehingga mereka menjadi orang-orang yang menyembah patung. Akan tetapi sebelumnya telah datang kepada mereka nabi yang mengajarkan mereka tentang kema'rifatan, namun setelah nabi itu wafat mereka merubah ajarannya, sama halnya seperti agama-agama lain berubah. Untuk itulah kenapa pada saat itu Rosulullah Saw melarang kita untuk berziaroh, sebab dikhawatirkan umatnya akan menyembah kuburan.
Disini ada 72 stupa, Nabi Muhammad saw telah memberi tahu kita bahwa umatnya akan terpecah kepada 73 golongan, dan satu golongan yang berbeda dari 73 itu adalah meraka yang ada dalam kebenaran, dan 72nya itu berada di neraka.
Dan sekarang jin yang di Candi Borobudur sudah di Islam kan oleh Shaykh Hisham, dan Mawalana Shaykh Hisham adzan di Borobudur.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Koceng oren belajar bahasa arab
Okeee temen-temen kembali lagi bersama saya koceng terkece, terkeren koceeeng oren. Kali ini koceeeng oren belajar bahasa araaaaab gaeees....
-
Ini adalaha hasil quisioner mengenai COVID 19 yang diisi oleh Mahasiswa/i STAI Al Falah. Bagi anda yang mau ikut andil bisa isi d...
-
Bismillahirrahmanirrahim Pada tahun 2003 dalam kunjungan dakwahnya Mawalana Syeikh Hisyam Al Kabbani ke Indonesia, beliau menyempatkan di...
-
UNDANG UNDANG ITE U ndang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (disingkat UU ITE) atau Undang-undang nomor 11 t...

MasyaAllahh ya mawlanaa Syaikhona❤
BalasHapus